Jalan-jalan dan belanja ke Mal seolah telah menjadi gaya hidup di masyarakat perkotaan, di tambah lagi dengan menjamurnya Mal yang memiliki jaringan international bak jamur kulit yang menjalar ke sekujur tubuh tak terkendali .Tak usah disebutkan satu persatu anak-anak kecilpun hafal di luar kepala melebihi hafalan pelajaran sekolahnya.

Diskon Seolah menjadi pemikat yag luar biasa, yang terbukti ampuh memikat para penggila belanja. Diskon seolah tiada pernah ada hentinya yang kadang dicocok-cocokkan dengan hari atau bualn tertentu, Diskon hari raya, diskon tahun baru, diskon hari ibu, dan diskon pada hari..hari yang lainnya. Soal prosentase dari diskon jangan di tanya mulai dari 2,5 % (Kayak zakat aja ya.) sampai diskon 70 % Plus.. Plus… Bahkan sampai cuci gudang segala…(sampai kepikiran gudangnya kotor amat.. sampai sering sekali di cuci). tapi yang jelas pernah ketemuan yang diskon 100 % apalagi 101% plus…

Tak sengaja kapan hari pas adik beli kaos kaki ( gara gara termakan oleh rayuan  diskon) tak sengaja aqu liat daftar harganya tertera diskon 30% . tapi ada yang aneh disisi kertas harganya….

So.. Silahkan Pilih diskonnya berpa, mau pakai kombinasi 10%,20%,  atau 25 % Plus 20 juga boleh… dengan syarat tidak melebihi 5.400,- (17.000-12.500)

Bagaimana Sobat Masih tertarik dengan diskonnya?  hati.. hati.. hatilah….

Kalau Sobat di tanya tempat makan terenak sedunia dimana…??? mungkin akan keluar jawaban sederet tempat makan terkenal mulai yang beraroma desa kayak bu… D.. sampai yang bergaya kebarat baratan misal Pr ….( gak boleh sebut merek nih he.. he…), Terus Makanan favorit terlezat apa….? pasti akan keluar sederet masakan yang bisa bikin ngiler…, Klau pertanyaan itu di tanyakan kesaya, makanan ter Ueee….nak Sedunia apa, saya akan jawab masakan ‘IBUQU’ adalah yang terlezat…. hal ini bukan tanpa alasan paling tidak minimal 26 Tahun lebih IBUQU lah yang menjadi “Koki” bagi diriku sampai sekarang (biarpun sekarang sudah berpartner dengan is3qu he.. he…), diriku yang di besarkan di desa sangat jarang sekali makan diluar, sehingga masakan ibuqu lah yang menjadi menu setiap hari. Ibu adalah “Koki’ dengan customer delight yang ruaaar biasa, terlebih buat internal customernya ayah dan saudara-saudaraku. Ibu tahu masakan kesukaan dari setiap internal customernya, bahkan sampai sekarang ibu hafal dengan kesenangan kami semua anak2nya. Kakak tertuaku setiap pulang kampung pasti yang di hidangkan adalah sayur tewel dan ‘tolo’ kacang karena itulah sayur kesukaannya, da entah dari mana datangnya setiap aqu pulang lauk ‘ikan asin’ atau pindang selalu ada di meja makan sekali lagi.. karena  ibupun tahu itu lauk kesukaanqu. Saya baru tahu sekarang Ibuqu adalah seorang MARKETER Luar biasa, dia mengenal baik bagaimana memberikan pelayanan terbaik buat customernya, dan mengetahuai betul apa kebutuhan dan kesukaan customernya. Makasih Ibu…..atas pelajaran ini.

Sobat.. Bagaimana dengan anda, Sudahkah anda mengenal dengan baik customer internal dan eksternal anda sehingga mampu memberikan yang terbaik buat mereka ????

Bismillah…Udah lama banget gak update blog nih, entah karena sibuk or sok sibuk…. semoga hari ini menjadi awal yang baru menatap kedepan untuk mencoba istoqomah menulis di blog lagi, ada falsafah yang bagus berkenaan dengan istiqomah ini yang di ibaratkan seperti “sebuah jam” yang terus berputar tak peduli apapun panas, ujan, diliat or tidak dilihat orang tetep berputar ( kecuali baterainya habis yang pasti). ibarat jam yang memerlukan baterai untuk terus istiqomah berputar kita juga harus mencari ‘baterai” pada diri kita masing2 sebagi sumber energi agar bisa istiqomah untuk tetap menulis, tak kenal panas ujan, dibaca orang or tidak….. Apa “baterai” istiqomah anda kang ???

Sudah lama aqu tidak makan di keputih, tambah ramai saja rumah makan disana (tidak hanya pembeli makan yang ngiler melihat makanan he.. he… Tapi para “pebisnis” (penjual) ngiler juga ngeliat potensi market yang besar dari mahasiswa, ini terlihat dari makin menjamurnya para penjual makanan. Kian ketatnya persaingan inilah yang membuat para penjual kiat inovatif sekilas menurut pengamatan saya, barangkali satu konsep pinjam istilahnya ki gede pakma ‘motivasi atau mati’. ya.. inovasi dan improvement harus dilakukan jika ingin survive, baik dari sisi kualitas rasa, cara penyajian maupun cara marketingnya.
Ada yang menarik dari inovasi-inovasi para “pebisnis’” makanan ini, salah satunya adalah dengan menggunakan nama “warung ikhwan” satu nama yang saya piker cukup cerdik dari sang pebisnis, seiring dengan semakin menggeliatnya dakwah kampus kata “ikhwan” tidak lagi asing bagi telinga kita, bila di bandingkan dengan 8 tahun yang lalu saat saya masih kuliah, kalangan inilah yang mungkin dibidik sang pebisnis .
Di satu warung lagi punya cara unik juga dalam berinovasi, dengan konsep makanan prasmanan dan menambahkan berbagai macam tulisan motivasi, disambut dengan 3 buah tulisan “SMKL” Sudah Makan Kuliah Lancar selain itu pada meja makan yang dilapisi kaca terdapat berbagai kisah perjuanagn untuk mencapai sukses baik nasional maupun internasional, ada kisah bintang film, jakie chan, ada kisah sang pemilk Microsoft ” Bill Gates” dan kisah-kisah perjuangan tokoh tokoh lain. ehm… good ide saya piker, pertama ingin membangun brand image “warung SMKL”, kedua ingin memberikan service lebih, dengan memberikan motivasi kepada para pembeli yang sebagian besar mahasiswa tentang sebuah sukses yang harus di raih dengan perjuangan lewat tulisan yang bisa di baca sembari kita makan.
SMKL Sudah “Makan” Kuliah, Kerja, Lancar , “makan” dalam arti kebutuhan fisik kita, dan “makan’ dalam arti kebutuhan ruhani kita, kalau makanan fisik kita 2-3 kali sehari, kira2 berapa kali kita member makan ruhiah, jiwa kita? Berani coba SMKPL “Sudah makan – fisik & jiwa- kerja Pasti… Lancar.

Hari ini dapet order dari bagian keuangan untuk benerin PC, habis listrik padam katanya di start gak mau. setelas aqu ceck aqu start tombol ‘klik” aman langsung nyala. Eh mau di tinggal ada permintaan dari ibu keuangan “mrs nike’ untuk masang disket drive, buat apa disket drive pikirku, dan terlontar ama bercanda “hari gini masih pakai disket”, di zaman yang serba minimalis dimana flashdisk 2 Gb tinggal 60 ribu. Sontak tak mau kalah mrs nike menjawab wuih jangan salah lho… dengan disket ini sekitar 600 orang di kantor kita menerima gaji, lho kok bisa? sistem pembayaran gaji yang di transfer setiap bulan via bank mandiri mengharuskan musti pakai “disket’, bank sekelas bank mandiri masih pakai disket, bank sebagai best implementasi IT yang pernah dimuat di majalah SWA masih pakai disket? saya tidak tahu kenapa masih dipergunakan, masalah security? atau systemnya di mandiri yang masih pakai sistem jadul? belum ketemu sampai sekarang jawabannya . Ok deh sambil nyengir ku bongkar juga PCnya, setelah di bongkar kabel data aqu pasang ternyata ‘glodak’ casing pc dengan type baru ini tidak menyediakan output untuk disket drive, akhirnya setelah di utak dan di atik akhirnya disket drive aqu tarik keluar diatas casing, jadilah disket drive eksternal, aqu pikir gpplah paling tidak gajian ku bulan ini bisa ditransfer lagi….. he,, he…

Kebiasaan Pulang tiap minggu ke kota asal tulung agung banyak memberikan pelajaran buat ku. walau kadang banyak yang pertanya apa gak capek pp surabya-tulungagung tiap minggu ? dan selalu dengan senyum “kiri dua centi kanan dua centi” kujawab jawab “capek” tapi ada yang lebih dari itu saya berpikir masih banyak hal yang bisa di syukuri dari pada di pikirkan capeknya melulu he.. he.. ( bahkan ada temen kantor cewek, pp dari nganjuk -surabaya tiap hari, bisa bayangain berangkat jam 3 pagi, jam 7:30 musti siap action kerja dan jam 4:30 pulang dari kantor nyampek rumah sekitar jam 9:30, sekali lagi terucap “alhamdulillah” masih banyak hal yang bisa kita syukuri) dan tak terasa pp surabaya-tulungagung sudah satu tahun lebih berlalu.

Ada hal menarik setiap pulang tiap minggu dengan naik bus antar propinsi, ada beberapa perusahaan angkutan antar propinsi yang melayani rute surabaya – tulungagung , yaitu harapan jaya, pelita indah, pangeran, surya indah dan sri lestari denga rute surabaya-jombang-kertosono-kediri-tulungagung-trenggalek. ada beberapa strategi yang di terapkan dalam mereka mencari penumpang.

sang ‘harapan jaya” ( ini pilihan gue…) dengan mesinmercedes yang masih bagus dan inilah PO yang paling tertip soal ongkos, tak pernah meminta ongkos lebih walau hanya seratus rupiah, tentang ongkos inilah kadang ketika penumpang tidak tau tarif biasanya di “kemplang’ dengan ongkos lebih tinggi, pernah aqu ke semarang naik bus kena calo bungur asih 80 ribu padahal tarif normal patas cuman 50 ribu hiks..hiks… kacian jadi korban calo. tarif yang pas, mesin yang enak, dan bus yang cepat inilah yang menjadi brand bagi sang “harapan jaya.

sang “pelita indah” dengan jargonnya “langsung trenggalek” menjadi brand po ini, kebanyakan bus akan menurunkan sampai tulungagung saja tanpa dilanjutkan ke trenggalek walaupun tertulis jurusan tulungagung ternggalek, makanya tak heran bus ini menjadi sangat faforit di kalangan penumpang dengan jurusan trenggalek. soal tarip? lha ini yang terlepas dari manajemen po pelita, seringnya terjadi penarikan ongkos yang lebih berkisar antara limaratus sampai seribu. walaupun penumpang diam ‘bagi yang gak tahu’ ini menjadi hal yang tidak baik. dua armada inilah yang saya liat memiliki ‘uniq’ layanan di banding armada yang lain dengan jurusan yang sama.

sobat… kira kira apa hal yang uniq “potensi’ pada diri anda? sehingga itu menjadi brand anda? menjadi nilai tawar dan nilai jual anda? pertanyaan inilah yang perlu kita temukan jawabannya, atau barangkali sudah anda temukan? kalau sudah, tinggal memperkuat brand anda. kalau belum ketemu jangan pernah lelah untuk mencari selamat berjuang… menemukan ke “uniq” anda..

Demikian juga dengan amalan ibadah kita, ibadah apa yang menjadi andalan “brand” kita, sholat kita ? kedermawanan kita? jihad kita? ilmu kita? yang akan kita sehingga kita layak memperoleh pertolongan laksana sebuah cerita tiga orang musafir yang terjebak di dalam goa? selamat berjuang memperkuat “brand” potensi dan ibadah kita dalam rangka mencapai ridho NYA.

Tak terasa udah 4 tahun meninggalkan kampus tapi ada satu peristiwa yang masih terlintas dengan jelas saat masih kuliah dulu ceritanya gini. “Setelah Sekian Lama sekitar enam bulan harus naik angkot dari Sidoarjo ke kampus, yang harus oper angkot sampai tiga kali. selain biaya untuk naik angkot yang lumayan untuk kelas mahasiswa, jam berangkat harus jam 06 pagi dan sampai di rumah jam 06 sore, semua seolah mengalir dengan sendirinya selama enambulan perjalanan kuliah, dan di angkot inilah tempat istirahat “alternatif paling nyaman:-)”, setelah selama enam bulan berjalan akhirnya dapet kepercayaan juga bawa sepeda moto, ya.. sepeda motor suzuki kristal tahun 96, dengan naik sepeda motor waktu bisa dihemat jadi bisa berangkat jam 07 pagi, tapi ada kebiasaan yang hilang ” tidur diangkot” he… he…, pp sepeda motor sidoarjo- sby tak terasa sudah berjalan selama enam bulan, hingga akhirnya sepeda motorqu mogok pada suatu hari, kubawa sepeda ke bengkel dan disana terjadi beberapa onderdil dalan yang rusak dan harus diganti, setelah selesai aku cerita ke kakak qu trus dia tanya  penyebabnya apa, dia terus mengintero gasi sampai akhirnya dia bilang ” Makanya Baca Manual Booknya Donk…!!!”

Sobat… Dalam hidup ibarat sebuah mesin kita telah di bekali oleh pencipta kita, “Manual Book Kehidupan” sebagai pedoman kita agar mampu memanage hidup kita dengan benar, sesuai arah dan akhirnya hidup dengan bahagia ,iya… Allah telah membekali Alqur’an Sebagai “Manual Book” Kehidupan Kita , Pertanyaan nya sudahkah kita baca “manual book” kehidupan ini, lalu dipahami dan dijalankan?? Jangan sampai Kelak kita di tanya ” Apakah Kamu Tidak membaca manual book”alquran” kehidupan sehingga kamu tersesat??

Pulang setiap minggu pp tulungagung-surabaya menjadi kebiasaan qu sekarang (tanya ken apa :-) ), setiap sabtu setelah jam kerja habis segera ku pacu sepeda motor ke bungur asih, setelah sampai keterminal yang konon terbesar ini, tempat sepeda selalu penuh kalua pas hari sabtu minggu dan hari2 libur lainnya, seperti hari ini pun tempat sepeda sudah penuh saat speda motorku perlahan masuk salah satu tempat sepeda, ada satu hal menarik setiap mau masuk  bungur asih dengan membayar Uang peron Rp 200  , malah dua minggu yang lalu tulisan ini diperbarui dengan tulisan warna merah  dan tertulis sangat jelas  “dua ratus  rupiah” beberapa kali saya membayar dengan uang Rp 1000, Rp 500, dan Rp 200. ketika saya membayar dengan uang Rp 200 tentu tidak ada masalah karena dengan uang pas, saat saya membayar dengan seribu rupiah uang kembalian biasanya Rp 500, dan kalau membayar pakai Rp 500 biasanya  kembalian Rp 200, pernah suatu saat karena penasaran nih…, saya beberapa kali membeli tiket peron, dan hasilnya sama. pernah kejadian hanya sekali dengan uang kembalian pass. Uang Seratus duaratus bagi para penumpang  mungkin kecil artinya tapi bukan nilai itu, nilai kejujuran inilah yang sangat penting untuk selalu qita jaga dan pegang, semoga kita semua selalu diberi kekuatan untuk selalu menapaki Jalan NYA

“ALLAHUMMA ARINAL HAQQO HAQQON WARZUQNA ITTIBANGA.., WAARINAL BAATILA BAATILAN WARZUQNA IJTINABA…”

“Robbana Hablana Min Azwajina Wa Dzuriyatina Qurrota A’yun Waj’alna Lil Muttaqiina Imaama”

Saat dua hati berjanji
Tuk arungi hidup di jalan-Nya
Allah kan berkahi mereka
Kala dalam doa kala dalam asa

Menjadilah mentari bening pagi
Terangi bumi terangi hati
Menjadilah keheningan malam
Kala berjuta insan larut dalam doa

Selamat datang kawan
Di duniamu yang baru
Kudoakan semoga bahagia
When two people get marry
To take the life together on the way
Allah shall give them one more bless
When life in love and try
When life in love and pray

Just be the sunshine in the morning day
Give it shine to the world let everyone to see
Just be the quiteness in the night
When many people cry when many people pray

Welcome to the new world my friends
You both have to face all in love
All I could do just pray
And I do I pray

“Robbana Hablana Min Azwajina Wa Dzuriyatina Qurrota A’yun Waj’alna Lil Muttaqiina Imaama”

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.