TEGURLAH…!!! JIKA KAMI TIDAK TERSENYUM.

Ada hal menarik ketika kita membicarakan tentang makanan (Apa lagi maem rame2 ama temen-temen , gratis lagi he… he….) , Emang kalau soal urusan yang satu ini hampir semua orang suka, bahkan aqu punya temen yang fanatik sekali ama satu jenis makanan klau gak di warung itu gak mau, bahkan secara gak langsung dia jadi iklan berjalan bagi warung itu (emang kalau soal rasa cocok dan perasan suka ini emang misteri… setuju kagak nih🙂 ? ). Dalam menggaet pelanggan untuk membeli makanan banyak sekali metode bisnis yang di gunakan mulai dari dekorasi stan penjualan, aneka menu bahkan sampai mengeluarkan resep masakan dari sang leluhur ( leluhur kita dulu juru masak apa pelaut ya…? ). Dua hari yang lalu saat mencari makan, ama temen yang panatik ama Soto , setelah kita muter muter nyari soto, ketemu juga akhirnya ama penjual soto yang lumayan rame. iya “SOTO ABBAS LA” (bukan los angeles lho… tapi “lamongan Asli”), tiga menit kemudian 2 mangkok soto, teh hangat ama jeruk anget udah terhidang di depan kami yang di sodorkan dengan senyum ramah seorang pemuda yang berumur sekiter 20 tahunan. Saat mau makan pandangan saya tertuju pada tulisan di dinding yang mengusik pikiran saya ” Tegurlah Kami Jika Kami Tidak tersenyum” disamping tulisan tersebut masih ada lagi tulisan yang tak kalah menarik” barang siapa memberikan kritik, gratis makan 5 x dan kritikan akan kami laksanakan, kritikan akan di undi setiap bulan”. Ayo… makan bos.. Ajak temen ku saat mangkok di depanku sekian menit tidak aku sentuh.

Ini sangat menarik bagi saya dalam dunia bisnis (weleh… weleh… ngomong bisnis barang he… he…) , terlebih lagi bisnis yang bergerak di bidang jasa, kepuasan pelanggan atau service exelence adalah kunci utama kesuksesan sebuah bisnis yang bergerak di bidang jasa, dan yang kedua proses improvement secara terus menerus dengan melibatkan masukan dari pelanggan adalah mutlak dilakukan untuk meningkakan mutu pelayanan.

Seperti yang dilakukan penjual soto tadi, dia melibatkan pelanggan dalam hal service yang dia berikan dengan mempersilahkan pelanggan untuk menegur jika mereka tidak tersenyum saat memberikan pelayanan. Kedua penjual soto tadi ingin mendapatkan feedback dari pelanggan tentang pelayann mereka dan ide” dari pelanggan untuk lebih meningkatkan service mereka, dan pelanggan yang punya ide diberikan reward.

Cek…. cek…. satu terobosan yang ruar… biasa. Dan tak terasa satu sendok terakhir soto masuk ke mulut ku Alhamdulillah…

3 Comments »

  1. rhe_a said

    waahh kena banget neh pak tulisannya, walopun gak langsung ketemu cust, tapi always senyum di tempat kerja juga wajib kok pak, biar orang disekitar kita gak ikut merasakan ke-bete-an kita hehehehheh

  2. Imam said

    Senyum… senyum…. senyum…

  3. AyzaGursoy said

    Salam, catatan yang menarik.. terima kasih krn berkongsi cerita..:) Teruskan menulis!

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: